JAKARTA – Perlu adanya modernisasi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) salah satunya dengan menambah gedung baru yang nyaman…
dan lebih mudah dijangkau masyarakat. Bisa juga dengan menambah koleksi bacaan dan dilengkapi e-Book untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
“Minat baca anak didik kita sangat rendah. Kalaupun membaca, yang dibaca hanya buku-buku wajib di sekolah yang dilakukan saat menjelang ujian. Karenanya, minat baca harus lebih dipopulerkan lagi,” tegas Menko Kesra Aburizal Bakrie, saat kunjungan kerja ke Perpustakaan Nasional, Selasa [16/6].
Menurutnya, rendahnya minat baca anak didik (dan masyarakat), juga disebabkan sistem belajar mengajar yang satu arah. Saat anak didik berdebat dengan guru atas suatu isu, terkadang guru menuduhnya bersikap kurang ajar dan suatu sikap yang salah. Akibatnya, anak menjadi malas untuk mengeksplorasi ilmu dengan membaca. Parahnya, sang guru juga kerap tidak menguasai ilmu yang diajarkan.
Guna menjembatani persoalan ini, perlu ada perpustakaan yang baik dengan lokasi yang menarik. Dilengkapi banyak buku dengan metodologi mutakhir, termasuk e-Book. Jadi, anak didik atau masyarakat dengan mudah mendapatkan buku.
Pemerintah sendiri, katanya, tengah menyusun rancangan pengembangan perpustakaan. Bahkan menambah lokasi perpustakaan nasional yang semakin memudahkan masyarakat mencari buku. “Suasana yang nyaman saya yakin dapat menarik masyarakat untuk membaca buku,” tandasnya.
Dikatakan, dengan membaca buku, wawasan semakin luas dan daya saing bangsa semakin meningkat. “Saya membaca buku karena memang minat membaca saya cukup tinggi. Tidak harus disuruh-suruh. Terbukti dengan membaca wawasan kita semakin luas,” katanya.
Kepala Pelaksana Teknis Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Liliek Soelistyowati mengatakan, pemerintah daerah (pemda) diminta mampu meningkatkan kinerja perpustakaan dan menumbuhkan minat baca pelajar dan masyarakat umum di daerahnya. Selain itu, pemda diharapkan bisa menambah koleksi buku dari waktu ke waktu.
“Selain itu, saat ini sedang mengadakan sosialisasi Pembangunan Perpustakaan Digital Nasional. Ini untuk menyamakan visi dan misi mengenai e-Library. Karena itu, Perpustakaan Nasional RI berupaya menjalin jaringan kerjasama dengan seluruh Badan Perpustakaan Daerah Provinsi.
Perpusnas memberikan insentif berupa perangkat lunak program aplikasi perpustakaan, perangkat keras, dan pelatihan SDM untuk mendukung pengembangan e-Library di daerah.