JAKARTA: Departemen Pendidikan Nasional bekerja sama dengan dinas pendidikan di daerah akan melakukan pemetaan kompetensi guru…

demi peningkatan mutu yang berdampak terhadap peserta didik di Tanah Air.

Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas Dr.Baedhowi di sela-sela acara konferensi internasional “Best Practise” bagi kepala sekolah se-Asia Tenggara mengatakan, kegiatan tersebut akan dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia.

Kompetensi guru perlu dilakukan dalam rangka meningkat kualitas guru. Selama ini yang ada kompetensi peserta didik. Untuk guru yang sudah dilakukan baru menentukan kualifikasi melalui program sertifikasi kompetensi dengan melihat porto folio masing-masing guru, katanya.

“Kami sedang mempersiapkan untuk melakukan pemetaan kompetensi guru. Kalau sekarang yang dilihat baru kompetensi murid. Kita ingin melihat kompetensi guru,” katanya.

Menurut Baedhowi, pemetaan kompetensi guru tidak cukup hanya dari sisi kualifikasi tetapi juga ketrampilan yang dikuasainya dan strata yang dimiliki guru.

“Misalnya sekarang ini jumlah guru yang meraih S1 baru mencapai 41 persen tetapi sejauh mana kompetensi yang dimiliki belum kita lihat,” katanya.

Baedhowi juga menyebut ada beberapa daerah yang sudah melakukan pemetaan guru namun alat pengukurnya belum terstandar. Alat pengukur itu akan sangat bermanfaat untuk melalukan peningkatan mutu guru.

“Sekarang kita sedang menyiapkan alat tes untuk kompetensi guru. Kita usahakan tahun 2009 diujicoba. Karena untuk membuat alat tes kompetensi tidak mudah,” katanya.

Untuk melakukan kompetensi guru tersebut Ditjen PMPTK juga akan menyesuaikan dengan program-program yang ada, misalnya program bermutu. Untuk jangka pendek, Depdiknas akan memperhatikan kondisi situasional seperti menurunnya hasil ujian nasional.

Lebih lanjut dikatakannya, kompetensi guru akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal, kompetensi guru akan dimulai untuk guru mata pelajaran tertentu. Ke depan kompetensi guru dilakukan untuk semua mata pelajaran.

Menyinggung adanya penurunan hasil ujian nasional di beberapa daerah, Baedhowi menyebut hal itu juga terkait dengan kompetensi guru.

“Kalau hasil UN-nya turun, itulah kompetensinya. Oleh karena itu melalui progam yang ada di PMPTK akan bekerjasama dengan dinas-dinas bagaimana dinas itu melakukan pemetaan kompetensi,” katanya