Di Kabupaten Madiun 99 Persen Lulus
Di Kabupaten Madiun,angka kelulusan siswa SLTA(tidak termasuk SMAN 1 Wungu dan 13 siswa SMK,Red) mencapai 99 persen.Sedangkan untuk MA sekitar 98 persen.Hasil kelulusan di 11 SMA,8 MA dan 16 SMK baik negeri maupun swasta dijadwalkan secara bersamaan diumumkan.Namun, khusus SMK ada 13 siswa yang masih nyanthol hasil kelulusannya sehingga sementara urung diumumkan.Siswa tersebut berasal dari SMK Muhammadiyah Dolopo berjumlah 9 siswa,SMKN Kebonsari 3 siswa,dan SMK Wonoasri 1 siswa.
Data Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun,dari 915 siswa SMA jurusan IPA yang tidak lulus hanya dua siswa atau sekitar 0,219 persen.Keduanya berasal dari SMAN 1 Nglames dan SMAN 1 Geger.Sedangkan,sebanyak 1095 siswa SMA jurusan IPS yang dinyatakan tidak lulus berjumlah 10 siswa atau 0,913.Mereka berasal dari SMAN 1 Jiwan tujuh siswa.SMAN 2 Mejayan,SMA Basariyah,dan Muhammadiyah Dolopo masing-masing satu siswa.
Sedangkan untuk SMK baik negeri maupun swasta,2.229 dinyatakan lulus.Dan,13 siswa masih belum jelas nasibnya.Pasalnya,Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur menurut informasi menunda pengumuman 13 siswa dikarenakan masih belum fix-nya hasil nilai teori produktif yang menjadi syarat wajib kelulusan siswa SMK.
Data yang dihimpun,untuk MA di Kabupaten Madiun yang dinyatakan tidak lulus sebanyak 18 siswa atau 2,53 persen.Jumlah peserta Unas dari MA di Kabupaten Madiun sebanyak 743 siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun Sumardi menyatakan angka kelulusan 99 persen bisa menjadi obat penawar bagi dunia pendidikan di Kabupaten Madiun. Pasalnya,kasus SMAN 1 Wungu sudah menyita perhatian khalayak dan membentuk image buruk.”Hasilnya memuaskan dan sama baiknya dengan tahun lalu,” katanya.
Dijelaskan,tahun 2008 lalu angka kelulusan siswa juga sama baiknya dan mencapai 99 persen.Yakni,siswa yang tidak lulus untuk jurusan IPA sebanyak 0,34 persen dan IPS sebanyak 0,48 persen.”Meski belum bisa seratus persen tapi kami berusaha meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Madiun,”jelasnya.
Sumardi menambahkan,dari hasil kelulusan siswa yang sudah dikantongi Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun rangking tertinggi jurusan IPA disabet SMAN 1 Mejayan dengan rata rata nilai sebanyak 50,83.Sedangkan jurusan IPS sebanyak 48,31 didapatkan SMAN 1 Geger. Dan,untuk nilai Unas terbaik jurusan IPA diperoleh Yogi Wiratama siswa SMAN 1 Dolopo dengan nilai 53,40. Sedangkan jurusan IPA,52,10 diperoleh Dayanti Indah Kurnia Sari siswa SMAN 1 Geger.
Bagaimana teknis pengumuman hari ini? Sumardi mengaku dalam pertemuan dengan semua kepala sekolah sudah menjelaskan bahawa hasil Unas diumumkan langsung ke rumah siswa.Jadi,pihak sekolah menyediakan jasa kurir untuk memberitahukan hasil Unas tersebut.”Jadi, kesepakatannya tak ada pengumuman di sekolah.Sebab, sekolah menyediakan jasa kurir,”paparnya.
Pihak Dindik sudah berkoordinasi dengan Polres Madiun untuk melakukan pengamanan saat pelaksanaan pengumuman hari ini.Selain itu,pihaknya sudah memberikan surat edaran kepada seluruh sekolah yang isinya melarang siswa melakukan konvoi di hari kelulusan,”paparnya.
UNTUK SMK
Di Kabupaten Madiun,ada 13 siswa yang nyanthol hasilnya Unasnya.Mereka berasal dari SMK Muhammadiyah Dolopo berjumlah 9 siswa,SMKN Kebonsari 3 siswa,dan SMK Wonoasri 1 siswa.Namun,jika sampai hari ini kepastian dari Pusat Penelitian Pendidikan(Puspendik) tak didapat,maka mereka terancam dinyatakan tak lulus. ”Data yang didapat dari Puspendik,siswa itu nilai teori produktifnya kosong di print out.Secara otomatis mereka jika tak lengkap nilainya maka mereka terancam tak lulus.Namun,Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk sementara memberi keputusan menunda pengumuman hingga menunggu kepastian jawaban dari Puspendik.Dan, hampir semua SMK di Jawa Timur menemui kendala tersebut,”jelas Sumardi,Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun.
Ia menambahkan,hingga kini belum jelas apa penyebab kosongnya nilai sejumlah siswa itu.Apakah memang ada kesalahan teknis ataukah memang nilai teori produktif dari siswa itu memang dibawah standar.”Hingga kini masih tanda tanya apa penyebabnya,”jelasnya. Padahal,lanjut Sumardi,nilai teori produktif sesuai dengan jurusan SMK masing masing itu penting menunjang kelulusan siswa.Minimal,yang haurs dicapai siswa nilainya diatas 4.Ada dugaan nilainya 13 siswa itu kurang dari empat.Data yang dimiliki Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun,sementara ini sebanyak 2.229 siswa SMK yang mengikuti Unas dinyatakan lulus semua. Kecuali yang 13 anak belum ada keputusan resminya. ”Kita tunggu saja hasil resminya seperti apa
Info : radar madiun