KRITIK DAN SARANYA

  • Setujukah penilian beberapa tokoh masyarakat Indonesia tentang perubahan pemerintah yang satu ke pemerintah berikutnya, selama ini memperlakukan pendidikan sangat tidak adil. Apresiasi pemerintah terhadap prestasi pendidikan sangat tidak memadai.
  • Setujukah olimpiade sains (fisika, kimia, matematika, biologi) misalnya, hanya dihargai Rp 10 juta, bandingkan dengan bangunan fisik buat kemajuan olah raga yang sampai trilyunan rupiah.
  • Apkah akibat perlakuan point dua (2) membuat kualitas pendidikan kita jauh tertinggal dari negara-negara tetangga kita.
  • Apakah tunjangan guru dan dosen sudah layak atau sebanding dengan tunjangan profesi lain, misalkan :

a. tunjangan jaksa dan hakim yang jumlahnya jutaan rupiah

b. Gaji direktur Pertamina yang + Rp 125 juta per bulannya

c. Anggota DPR di Senayan ( + Rp 48 juta).

Sedangkan profesor di perguruan tinggi (+ Rp 2,6 juta)

  • Apkah Upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah selama ini dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan sudah betul betul mengalami keberhasilan, (faktan di lapangan ) misalkan banyak dilakukan. Mulai dari :
  1. Program pemberantasan buta huruf lewat Gerakan Nasional Orangtua Asuh (GN OTA),
  2. Wajib belajar 9 tahun,
  3. Reformulasi kurikulum sejak th 1994,
  4. Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)
  5. Dan terakhir penerapan Kurikulum Berbasis Kompotensi (KBK).
  • Apkah penerapan sistem KBK yang baru diterapkan setahun secara nasional, masih banyak mendapatkan kendala-kendala di lapangan terutama :
  1. sekolah-sekolah yang tergolong minim fasilitas sarana dan prasarana.
  2. kendala dari para guru yang tidak fokus hanya untuk mengajar lantaran mencari sampingan di luar sebagai tambahan dana untuk keluarga, di saat yang sama mereka dituntut untuk menilai siswa-siswnya berpuluh-puluh item saat mengajar di kelas.

Berdasarkan fakta di atas, maka upaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tidak cukup hanya mengutak-atik metode atau sistem pendidikan yang akan diterapkan, tetapi yang lebih utama harus diperhatikan adalah komponen-komponen anak bangsa yang terlibat langsung di dalam proses pengelolaan pendidikan, baik sebagai objek maupun sebagai subjek. Komponen yang paling bertanggung jawab terhadap pendidikan di negeri ini adalah guru dan dosen.

Selama ini, khususnya guru, diperlakukan sangat kurang adil. Guru dituntut meningkatkan keprofesionalannya, dituntut kreatif, inovatif dalam menjalankan kegiatan belajar-mengajar. Gonta-ganti kurikulum dari satu menteri pendidikan ke menteri pendidikan yang lain, mau tidak mau harus mereka terapkan. Ada siswa punya nilai jelek, tidak naik kelas, tidak lulus, sasaran utama yang disalahkan oleh orangtua siswa adalah guru.

Di tengah derasnya tuntutan demi tuntutan ini, adakah pihak yang mempertanyakan: “Imbangkah gaji dan insetif yang diterima oleh guru dengan setumpuk beban tugas yang kita bebankan di pundak mereka?”

Era sekarang tidak relevan lagi menyemangati guru untuk bekerja optimal hanya sebatas penghargaan berupa slogan “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Jika ingin melihat kualitas pendidikan berubah ke arah yang lebih baik, maka sekali lagi salah satu solusinya adalah “tingkatkan kesejahteraan guru”.

Sejarah bangsa lain membuktikan bahwa negara akan maju manakala gurunya diperhatikan. Saat Nagasaki dan Hiroshima dibombardir oleh Amerika dan sekutunya, pertanyaan pertama yang dilontarkan oleh pemerintah Jepang saat itu adalah “Masih ada berapa guru yang hidup?” Dan, sekarang Jepang termasuk salah satu negara yang termaju di dunia.

TANGGAPAN UJIAN NASIONAL ULANG TAHUN 2009

saya sungguh merasa kecewa terhadap sistem pendidikan di Indonesia.Jika pemerintah serius terhadap dilaksanakannya Ujian Nasional, harap dilakukan pembenaran terlebih dahulu terhadap fasilitas dan sistem pendidikan. Sebenarnya, kecurangan mungkin saja bukan hanya terjadi di Gorontalo, tapi di berbagai wilayah, dan mungkin termasuk di Jakarta sendiri. mohon pemerintah bercermin dahulu terhadap kondisi sekarang, mengapa masih terjadi kecurangan…

pak mentri,, UN itu g adil,, bayangkan aja kita sklah 3 thn ,,cma d tntukan oleh bbrpa hari,, trus ini g adil bagi mrka yang benar2 pinter,, soalnya mrka sdah brprestasi d sklah,,,klau ingin mlaksanakan un itu bukan standar klulusan bagi para siswa,,,

saya sebenarnya tidak setuju kalau diadakannya UN karena berdampak negatif bagi siswa pada khususnya dan bagi sekolah pada umumnya beserta kepala sekolah dan guru-guru yang menjadi beban berat dalam menghadapi UN.kalau bisa UN ditiadakan dan diganti dengan ebtanas dan ebta.karena setiap propinsi mempunyai perbedaan masing-masing dalam dunia pendidikan.thanks.GBU

UN adalah ujian kejujuran!! Terbukti dan harus diakui orang indonesia memang TIDAK JUJUR, padahal ini negara keTuhanan?? Ga usah banyak omong deh, kok soal ini saja kita kalah dgn negara2 sekuler?? Malu ah, bahkan gurupun terlibat mengajarkan ketidak jujuran. Lihatlah di AS, saat ujian tidak ada petugas yg memelototi peserta ujian tapi org disana merasa malu mencontek. Disini, ada 10 penjaga saja berusahan nyontek! Nah kalau soal kejujuran saja tak beres, dengan menghapus UN dampaknya PASTI LEBIH PARAH, mulai dari katrol2an nilai sampai jual beli nilai. Ampun deh!!

kox diulang sih?…jika UAN nya diulang kami bisa2 gak lulus semuanih..sedangkan kemarin kami sudah belajar habis-habisan saja banyak yang gak terisi,apalagi sekarang yang sudah lama tidak mempelajari segala materi yang diUAN kan itu… Karna itu Kami Mohon dengan sangat,tolong dipertimbangkan sebaik mungkan,jangan biarkan kami lebih banyak yang tidak lulus karna UAN yang diUalang ini…. Kami MOHON…!!!

kalau ujian diulang lagi pasti banyak siswa yang tidak setuju. kok bisa ada yang bocor sich, bukannya sudah diawasi sebaik mungkin. Terutama ketika pendistribusian soal saya lihat juga ada polisi… trus apa gunanya…

apa gunanya undang-undang kalau undang-undang itu dilanggar oleh si pembuat undang-undang sendiri,,,, kan sudah diterangkan secara jelas bahwa tidak ada ujian ulang,, kemudian sekolah yang tidak lulus 100% mengetehui lebih dahulu mengenai hal tersebut,,,dimana keadilan untuk siswa seluruh indonesia??????????? Kemudian seandainya memang dilakukan ujian ulang untuk sma tertentu saja,,, knapa bukan untuk semuaeserta unas yang tidak lulus,,,, apakah adil kalau yang mengulang hanya sma tertentu saja,,sedangkan bagaimana nasib siswa yang tidak lulus di sma yang tidak diadakan ujian ulang,,,Tidak adillll,,,, (pengumuman saja belum,,knapa harus ada ujian ulang???? padahal tinggal menunggu hitungan hari pengumuman secara nasional akan dilakukan) Tolong dipikirkan lagi,,,, jadilah orang yang bijaksana,,,,,,jangan ambil keputusan grusa-grusu…. Mohon maaf sebelumnya,,, semoga bapak menteri membaca mailing list ini…. sekian terima kasih

apa benar unas smp sma akan di ulang lagi tolong kasih balasan

wee pemerintah yang aneh! jika di ulang apakah tdk menjadi beban anak itu dan keluarga krna hrs membayar untuk UN walaupun kalau mau diulang jgn membuat siswa menunggu lama untuk ketahuan dia lulus atau ngak karena pemerintah memeriksanya lama banget sedangkan siswa harus belajar mati- matian !sadar bahwa otak perlu istirahat klu ngak dia bisa stress

DIMANA LETAK KEADILANNYA ???? DIMANA PAK MENTERI??? PAK BNSP??? Kok Siswa kami yang TIDAK LULUS Karena Jujur tidak mendapat kesempatan mengulang Tapi mereka yang TIDAK LULUS Karena Kelicikannya di beri kesempatan untuk mengulang??? NEGERI MACAM Apakah Ini???? Gusti Allah Ampuni Ummat-Mu ini, yang telah BUTA membalikan Kebenaran dengan Kedzoliman…