BIAR ANJING MENGGONGGONG, KAFILAH TETAP BERLALU

1. Sertifikasi guru hanya merupakan akal-akalan dari pemerintah untuk menanggulangi keterbatasan dana
2. Sertifikasi guru baik tapi bagaimana dengan mekanisme sertifikasi guru Bimbigan dan Konseling apa sama atau tidak ama guru bidang studi lain
3. yang satu jangankan rapel kapan terpanggil sertifikasipun belum tahu. pada dasarnya semua guru mempunyai hak yang sama sehingga kesempatanpun harus sama. boleh dua orang guru seangkatan beda sekolah, yang satu sudah sertifikasi dan telah menerima rapel, ada beda yang satu lulus yang satu belum kalau kesempatan sama dan yang satu nilainya tidak cukup. yang terjadi sekarang yang satu telah menikmati rapel yang satu belum tahu kapan sertifikasi. baru segini sudah terasa tidak adil. usul-punya usul. tuntaskan dulu semua guru ikut sertifikasi 2 atau 3 tahun baru setelah semua sertifikasi masuk ke fase pembayaran, sehinga fase pembayaran starnya sama. jadi hanya yang tidak lulus boleh ditinggal untuk memenuhi dulu target fortopolionya. jangan sampai guru yang baru 5 tahun karena mengajar di sekolah yang gurunya sedikit telah sertifikasi dan dapat rapel. sementara yang sudah puluhan tahun menjadi guru belum tahu sertifikasinya kapan.
4. Ada yang memakai tolok ukur yaitu lama kerja bukan skor
5. Pelaksana di lapangan. guru dicetak oleh dosen, dinilai oleh dosen, sementara dalam hal berbeda guru bukan dosen (cara mengajar, persiapan mengajar, fasilitas, status, tunjangan dll, ada kesan guru menjadi biang rendahnya mutu pendidikan padahal yang mencetak calon guru adalah dosen atau perguruan tinggi. pernahkah dosen menjadi pembicaraan rendahnya mutu

Ada yang nganjal dari mekanisme sertifikasi, paling tidak tiga hal berikut ini yang mesti dibenahi :
1. Validitas calon : ini jangan dianggap remeh, soalnya dengan iming-iming bersangkut paut dengan kesejahteraan kesalahan calon sertifikan akan menimbulkan kecemburuan sosial.
2. Instrumen Sertifikasi : Kenapa tidak diciptakan instrumen lain yang lebih ringkas. Misal pergunakan test kemampuan untuk uji kelayakan, pantau kinerja guru berdasarkan laporan pimpinan setingkat cek oleh lpm, baru deh beri tunjangan…. ini
3. Jadwal : Ini merupakan hal penting dan satu sisi yang dpt dijadikan tolok ukur keseriusan pemerintah. Kapan disertifikasi, oleh siapa, pengumumannya kapan lewat mana, kapan mendapat tunjangan, sertifikasi kedua dst….. Ada ndak jadwal kerjanya ya??? Mudah-mudahan ada jadi bukan kerjaan srampangan, seremonial, temporer dan asal-asalan.
Mohon Maaf, hanya unek-unek yang kami kumpulkan, Monggo tanggapan untuk Kabupaten Madiun ?