A. Prinsip- prinsip Belajar

Nana Syaodih (2004:165) mengemukakan ada beberapa prinsip- prinsip umum belajar.

1. Belajar merupakan bagain dari perkembangan.

Berkembang dan belajar merupakan dua hal yang berbeda tetapi berhubungan erat. Dalam perkembangan dituntut belajar dan dengan belajar ini perkembangan individu lebih pesat.

2. Belajar berlangsung seumur hidup

Kegiatan belajar dilakukan sejak lahir sampai menjelang kematain. Sedikit demi sedikit dan terus menerus. Perbuatan belajar dilakukan individu baik secara secara sadar ataupun tidak, disengaja ataupun tidak, direncanakan ataupun tidak.

3. Kebersihan belajar dipengaruhi oleh faktor- faktor bawaan, faktor lingkungan, kematangan serta usaha dari individu sendiri.

4. Belajar mencakup semua aspek kehidupan.

Belajar bukan hanya berkenaan dengan aspek intelektual tetapi juga aspek sosial, budaya, politik, religi, seni, keterampilan, dll.

5. Kegiatan belajar berlangsung pada tempat dan waktu

6. Belajar yang berlangsung dengan guru ataupun tanpa guru.

7. Belajar yang berencana dan disegaja menuntut motivasi yang tinggi.

8. Perbuatan belajar bervariasi dari yang paling sederhana sampai dengan yang sangat kompleks.

9. Dalam belajar dapat terjadi hambatan- hambatan proses kegiatan belajr tidak selalu lancar.

10. Untuk kegiatan belajar tertentu diperlukan adanya bantuan atau bimbingan dari orang lain.

2. Teori Pembelajaran di SD

Beberapa teori belajar atu pembelajran itu bersumber dari teori atau aliran- aliran psikologi, secara garis besar dikenal ada tiga rumpun besar psikologi yaitu Teori Disiplin Mental, Bahaviorisme, dan Cognitive Gestalt- field.

a.Teori Disiplin Mental

Menurut Psikologi Daya atau Faculty Psychology individu memiliki sejumlah daya- daya seperti daya mengenal, mengingat, menanggap, menghayal, berpikir, merasakan berbuat, dsb. Daya itu dapat dikembangkan melalui latihan dalam bentuk ulangan- ulangan, kala anak dilatih banyak mengulang- ulang menghapal sesuatu maka ia akan terus ingat akan hal itu.

Teori lain dari Disiplin Mental adalah Herbartisme. Herbart seorang psikologi Jerman menyebut teorinya sebagai Teori Vorstellungen, dapat diterjemahkan sebagai tanggapan- tanggapan yang tersimpan dalam kesadaran. Tanggapan ini meliputi tiga bentuk yaitu: impresi indra, tanggapan atau bayangan dari impresi indara yang lalu, serta perasaan senang atau tidak senang.

Teori Disiplin Mental yang lain adalah: Naturalisme Romantik dari Rousseau. Menurut Jean Jacques Rouseau anak memeiliki potensi- potensi yang terpendam. Sesungguhnya anak mempunyai kekuatan sendiri untuk mencari, mencoba, menemukan dan mengembangkan dirinya sendiri. Pendidik tidak terlalu banyak turut campur mengatur anak, biarkan dia belajar sendiri, yan gpenting perlu diciptakan situasi belajar yang permisif (rileks), menarik dan bersifat alamiah.

b. Teori Bahaviorisme

Rumpun teori ini disebt behaviorisme sangat menekankan perilaku atau langkah yang dapat diamati ada beberapa ciri dari rumpun teori ini yaitu: (1)Mengutamakan unsur- unsur atau bagian-bagian keci, (2)Bersifat mekanistis, (3)menekankan peranan lingkungan, (4)mementingkan pembentukan reaksi atau respon, (5)menekankan pentingnya latihan.

Teori Behaviorisme terdiri atas koneksisme atau perangsang jawaban (Stimulus Response) pengondisian (Conditioning) dan penguatan (Reiforcement).

C. Teori Cognitive – Gestalt- Field

Hal ini juga sangat penting dalam teori kognitif adalah : bahwa individu itu aktif, konstruktif dan berencana. Menurut para ahli kognitif individu merupakan partisipan yagn aktif dalam proses memperoleh dan menggunakan pengetahuan.

Kognitif – Gestalt meliputi Teori Kognitif, Gestalt dan Teori Medan (Field Thoery). Ada enam ciri dari belajar pemahaman menurut Ernest Hilgard yaitu (1) Pemahaman yang dipengaruhi kemampuan dasar (2) Pemahaman yang dipengaruhi pengalaman belajar yang lalu (3) pemahaman tergantung kepada pengaturan situasi (4) pemahaman didahului oleh usaha coba- coba,(5) Belajar dengan pemahaman dapat diulang, (6) pemahaman dapat diaplikasikan bagi pemahaman situasi lain.

Teori medan atau Field Theory merupakan salah satu teori yang termasuk rumpun Cognitive- Gestalt- Field. Menurut Teori Medan individu selalu berada dalm suatu medan atau ruangan hidup (Life Space). Dalam Medan hidup ini ada sesuatu tujuan yang ingin dicapai. Menurut teori ini belajar adalah berusaha mengatasi hambatan- hambatan untuk mncapai tujuan kurikulum setelah dengan segala macam tuntutannya berupa kegiatan belajar di dalam kelas, di laboratorium, di work shop, di luar sekolah, penyelesaian tugas- tugas, ujian, ulangan, dll. Pada dasarnya merupakan hambatan yang harus diatasi.

5. Konsep Geometri

1.Pengertaian Geometri

geometri mempunyai harfiah yaitu pengukuran bumi; geometri merupakan perhitungan luas dan volume. Geometri digunakan untuk membangun piramida, geometri digunakan untuk astronomi dan perhitungan kalender. Geometri akan dipelajari secara informasi dan intuisi.

Geometri adalah bagian dari matematika yang membahas mengenai titik, bidang dan ruang. Sudut adalah besarnya rotasi antara dua buah garis lurus; ruang adalah himpunan titik- titik yang dapat membentuk bangun- bangun geometri; garis adalah himpunan bagian dari ruang yang merupkan himpupnan titik- titik yang mempunyai sifat khusus; bidang adalah himpunan- himpunan titik- titik yang terletak pada permukaan datar , misalnya permukaan meja (negoro, 2003: 18)

Ada beberapa sistem geometri yang dikenal yaitu geometri- geometri Teori Euclid. Dinamakan Teori Euclid karena kehadirannya yan gtidak sependapat dengan salah satu konsep geometri Euclid. Konsep tersebut adalah kesejajaran yang termasuk di dalamnya adalah geometri Netrla, geometri Lobachevsky, dan geometri Reimman (Soewito, 1991/1992).

Euclid membangun system geometri berdasarkan 23 depenisi, 5 postulat dan 9 aksioma (commmon sense) .

  1. Geometri Netral

Geometri netral lahir setelah Gerelamo Saccheri (1667- 1733) dari Italia berusaha membuktikan bahwa postulat sejajar dengan Euclid adalah sebuah teorema yang dapat dibuktikan dengan berdasarkan pada postulat Euclid, tetapi Saccheri tidak berhasil, namun usahanya ini merupakan awal dari geometri netral.

  1. Geometri Lobachevsky

Lobachevsky menyatakan secara khusus terdapat lebih dari satu garis yang dapt ditarik sejajar satu garis melalui satu titik yan gterletak pada suatu garis yagn ditegaskan sebagai postulat yang stamen yang kebenarannya diteriam tanpa persoalan.

  1. Geometri Reimman

Reimman melihat geometri dalam satu bentuk yang jauh lebih luas dan umum tidak hanya berurusan dengan titik dengan garis atau ruangan dalam pengertain yang biasa, tetapi geometri sebagai himpunan dan n- tripel terurut yang dikombinasikan dengan aturan- aturan tertentu.

2. Tahap- tahap Belajar Geometri

tahap pertama anak belajar geometri adalah topologis. Mereka belum mengenal jarak, kelulusan dan yang lainnya, karena itu mulai belajar geometri supaya tidak mulai dengan lurus- lurus, tetapi denga lengkung, misalnya lengkungan tertutup, lengkungan terbuka daerah lengkungan, lengkungan sederhana dan lainnya.

Van Hiele dalam Ruseffendi, (1991 : 161-163) berpendapat bahwa ada lima tahapan anak belajar geometri, yaitu :

  1. Tahap Pengenalan

Pada tahap ini siswa sudah mengenal bentuk- bentuk geometri, seperti segitiga, kubus, bola, lingkaran, dan lian-lain, tetapi ia belum memehami sifat- sifatnya.

  1. Tahap Analisis

Pada tahap ini, siswa sudah dapat memahami sifat- sifat konsep atau bentuk geometri. Misalnya, siswa mengetahui dan mengenal bahwa sisi panjang yang berhadapan itu sama panjang, bahwa panjang kedua diagonalnya sama panjang dan memotong satu sama lain sama panjang dan lain- lain.

  1. Tahap Pengurutan

Pada tahap ini, siswa sudah dapat mengenal bentuk- bentuk geometri dan memahami sifat- sifat dan ia sudah dapat mengurutkan bentuk- bentuk geometri yang satu sama lain berhubungan.

  1. Tahap Deduksi

Pada tahap ini, berpikir deduktifnya sudah mulai tumbuh, tetapi belum berkembang dengan baik. Matematika adalah ilmu deduktif, karena pengambilan kesimpulan, pembuktian dalil yang harus dilakukan secara deduktif.

Pada tahap ini, siswa sudah dapat memehami pentingnya pengambilan kesimpulan secara deduktif itu, karena misalnya ia dapat melihat bahwa kwsimpulan yang diambil secara induktif itu mungkin bisa keliru.

  1. Tahap Kakuratan (Ringor)

Pada tahap ini, siswa dapat memahami bahwa adanya ketepatan (presisi) dari yang mendasar itu penting.

Van Hiele (Rueefendi, 1991: 163- 164) berpendapat mengenai pengajaran geometri ada tiga dalil, yaitu:

a. Kombinasi yang bik antar waktu, materi pelajaran, dan metode mengajar yang dipergunakan untuk tahap tertentu dapat meningkatkan kemempuan berpikir siswa kepada tahap yang lebih tinggi.

b. Dua orang yang tahap berpikirnya berbeda dan bertukaran pikiran, satu sam lain tidak akan mengerti.

Mayberry (Rusefendi, 1992: 164) berpendapat bahwa bila pada salah satu tahap pada kelima bauh tahap itu siswa tidak menguasai, maka pada tahap yang lebih tingginya akan terjadi penghapalan.

c. kegiatan belajar siswa harus memahami dengan pengertian untuk memperluas pengalaman dan berpikir siswa, untuk meningkatkan berpikir ke tahap yang lebih baik.

6. Peningkatan Hasil Belajar Geometri Bangun Ruang

Salah satu cabang matematika yang diajarkan di Sekolah Dasar adalah Geometri.

Daryanto (1997: 232) mengemukakan bahwa Geometri adalah cabang matematika yang mempelajari tentang ilmu ukur.

Geometri ruang mempelajari tentang bentuk, letak dan sifat- sifat berbagai bangun geometri yang tidak terletak pada satu bidang datar.

Titik, garis dan bidang merupakan unsur pembangun geometri ruang berdimensi tiga.

Pengenalan konsep geometri ruang berguna bagi pengguna geometri dlam mempelajari IPA dan Matematika di kemudian hari. Untuk mempermudah dalam pengenalan konsep geometri diperlukan alat perga untuk menerangkan atu mewujudkan konsep tersebut. Salh satu alat peraga yang digunakan adalah alat peraga bangun ruang.

  1. Model Balok Masif

Model Balok Masif digunakan untuk menanamkan pengertian “balok”. Balok adalah bangun ruang yang dibatasi oleh enam sisi yang berbentuk persegi panjang. Yaitu dengan mewujudkan sisi- sisi balok yang berupa persegi panjang, kemudian siswa dapat diajak menemukan bahwa balok mempunyai enam sisi.

  1. Model Balok Berongga

Model Balok Berongga dapat digunakan untuk menanamkan pengertaian “balok adalah ruang yang terdiri dari enam daerah persegi panjang dengan susunan tertentu”. Model Balok Berongga juga dapat digunakan untuk memperlihatkan titik sudut yang ada pada balok.

  1. Model Balok Kerangka

Model Balok Kerangka dignakan untuk memperlihatkan rusuk-rusuk balok, untuk menunjukkan dengan peragaan kepada siswa rusuk- rusuk yang saling sejajar dan rusuk- rusuk yang saling berhadapan.

Materi Subjek

Materi yang diberikan pada pembelajaran matematika dalam Penelitain Tindakan Kelas ini adalah :

Materi Pokok : Sifat dan Unsur Bzngun Ruang

Sub Materi Pokok : 1. Sifat dan Unsur Bangun Balok

2. Menggambar dan membuat Berbagai Jaring- Jaring Balok