emerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menargetkan, rehabilitasi gedung Sekolah Dasar (SD) dan gedung Madrasyah Iftidaiyah (MI) yang rusak, tuntas tahun 2010. Saat sekarang, di Kabupaten ini masih terdapat 153 gedung SD dan MI yang rusak dan belum mendapatkan rehabilitasi.

Gedung sekolah ini kita targetkan akan direhabilitasi pada tahun 2010 nanti. Sehingga, pada tahun itu seluruh gedung SD dan Mi yang rusak di Kabupaten Madiun sudah diperbaiki,” ujar Bupati Madiun H Muhtarom, pada saat meresmikan perbaikan gedung SD Garon II, Kecamatan Balerejo.

Dikatakan dia, selama tahun 2008 lalu Pemkab Madiun sudah melakukan rehabilitasi 82 gedung SD dan MI. Sedangkan untuk tahun 2009 ini akan direhablitasi 92 gedung SD dan MI.

Dikatakan bupati, perbaikan infrastruktur sekolah, seperti rehabilitasi gedung SD dan MI merupakan upaya pemerintah untuk mensukseskan program wajib belajar 9 tahun. Program wajib belajar ini merupakan bagian dari upaya untuk mencerdaskan bangsa.

Rehabilitasi gedung SD/MI Kabupaten Madiun tahun 2008 dianggarkan dari APBN tahun 2008 sebesar Rp.18.409.000.000,- dan dana pendamping dari Pemkab Madiun sebesar Rp 2.091.000.000,- . Dana sebesar itu diperuntukkan 82 lembaga SD/MI, dan masing-masing sekolah memperoleh dana sebesar Rp.250.000.000,-, dengan perincian penggunaan untuk rehab fisik sebesar Rp.160.000.000,- dan untuk penyediaan sarana pendidikan dan sarana perpustakaan sebesar Rp.90.000.000,-.

Dikatakan Bupati, rehap gedung sekolah itu dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan partisipasi komite sekolah dan mayarakat sekitar sebagai bagian integral dari sistem manajemen berbasis sekolah. Sistem ini merupakan bentuk alternatif pengelolaan sekolah dalam rangka desentralisasi pendidikan, yang ditandai adanya pemberian kewenangan yang lebih luas kepada kepala sekolah dan pengambilan keputusan secara partisipatif.

” Dengan cara demikian diharapkan sekolah dan masyarakat mempunyai rasa kepemilikan yang tinggi terhadap fasilitas yang direhab serta bertanggungjawab atas terwujudnya gedung yang direhab termasuk pendidikannya. Untuk itu diharapkan gedung dirawat dengan sebaik mungkin,” harap bupati.

Dengan telah selesainya rehab gedung ini diharapkan dapat meningkatkan pelaksanaan wijib belajar 9 tahun yang bermutu, meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat untuk ikut bertanggungjawab demi kemajuan pendidikan dan mampu meningkatkan nilai standart kelulusan pada satuan pendidikan jenjang sekolah dasar / madrasah ibtidaiyah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun Drs Sumardi, MP.d  menyatakan, pelaksanaan rehab gedung sekolah di Kabupaten Madiun merupakan bentuk pengelolaan pendidikan yang transparan, professional dan akuntabel serta keterlibatan masyarakat secara aktif . Dalam kegiatan pendidikan  seperti ini, disamping dapat mendorong adanya pengawasan langsung dari masyarakat, juga bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat bawah melalui jalur pendidikan